Selasa, 14 Februari 2017

MAKALAH BUDAYA LOKAL DI INDONESIA



ILMU BUDAYA DASAR

(BUDAYA LOKAL DI INDONESIA )

MAKALAH




Disusun Oleh :

FAKHRI IHSAN RAMADHAN





FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI

UNIVERSITAS GUNADARMA


2017








BAB 1
PENDAHULUAN


1. 1 Latar belakang :
Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang majemuk. Terdiri dari ribuan gugusan pulau yang menyatakan dirinya adalah bangsa Indonesia. Tidak heran jika bangsa Indonesia memiliki banyak keanekaragaman suku dan budaya yang tertuang dalam slogan Bhineka Tunggal Ika dimana dengan berbagai macam keanekaragaman kekayaan dari adat-istiadat, suku, agama, lagu, kesenian, alat tradisional, makanan, minuman, cara hidup sampai budaya lokal yang berbeda-beda namun tetap mereka memiliki satu bangsa yaitu bangsa Indonesia.

Budaya juga merupakan identitas bangsa yang harus dihormati dan dijaga serta perlu dilestarikan agar kebudayaan kita tidak hilang dan bisa menjadi warisan anak cucu kita kelak. Hal ini tentu menjadi tanggung jawab para generasi muda dan juga perlu dukungan dari berbagai pihak, karena ketahanan budaya merupakan salah satu Identitas suatu negara. Kebanggaan bangsa indonesia akan budaya yang beraneka ragam sekaligusmengundang tantangan bagi seluruh rakyat untuk mempertahankan budaya lokal agar tidak hilang ataupun dicuri oleh bangsa lain. Sudah banyak kasus bahwa budaya kita banyak yang dicuri karena ketidakpedulian paragenerasi penerus, dan ini merupakan pelajaran berharga karena Kebudayaan Bangsa Indonesia adalah harta yang mempunyai nilai yang cukup tinggi di mata masyarakat dunia.Dengan melestarikan budaya lokal kita bisa menjaga budaya bangsa dari pengaruh budaya asing, dan menjaga agar budaya kita tidak diakui oleh Negara lain.



1.2 Rumusan masalah
1. Apa yang di maksud dengan budaya lokal?
2. Jelaskan definisi konsep budaya lokal menurut para ahli ?
3. Jelaskan maca-macam budaya lokal di indonesia?
4. Jelaskan ciri-ciri budaya lokal?
5. Jelaskan hubungan antar budaya lokal di indonesia?
6. Jelaskan Pengaruh budaya lokal terhadap budaya asing di indonesia. ?
7. Jelaskan Peranan budaya lokal mendukung ketahanan budaya nasional?

1.3. Tujuan
1. Untuk Mengetahui pengertian budaya lokal
2. Untuk mengetahui konsep budaya lokal menurut para ahli
3. Untuk mengetahui macam-macam budaya lokal di indonesia
4. Untuk mengetahui ciri-ciri budaya lokal
5. Untuk mengetahui hubungan antar budaya lokal di indonesia
6. Untuk mengetahui pengaruh budaya lokal terhadap budaya asing di indonesia
7. Untuk mengetahui peranan budaya lokal mendukung ketahanan budaya nasional.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian budaya lokal
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Budaya Lokal adalah budaya yang yang berkembang di daerah-daerah dan merupakan milik suku-suku bangsa di wilayah nusantara Indonesia. Budaya lokal hidup dan berkembang di masing-masing daerah/suku bangsa yang ada di seluruh Indonesia.


Budaya lokal  Indonesia terletak di wilayah yang menghampar dari ujung utara Pulau Weh sampai ke bagian timur di Merauke. Selain itu, Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan keragaman budaya yang dimilikinya. Oleh karena itu bangsa Indonesia disebut juga bangsa majemuk yang memiliki beragam budaya. Selain itu, Indonesia memiliki letak sangat strategis dan tanah yang subur dengan kekayaan alam melimpah ruah.

Wilayah Indonesia memiliki kondisi geografis dan iklim yang berbeda-beda. Misalnya, wilayah pesisir pantai Jawa yang beriklim tropis hingga wilayah pegunungan Jayawijaya di Provinsi Papua yang bersalju. Perbedaan iklim dan kondisi geografis tersebut berpengaruh terhadap kemajemukan budaya lokal di Indonesia.


Pada saat nenek moyang bangsa Indonesia datang secara bergelombang dari daerah Cina Selatan sekitar 2000 tahun sebelum Masehi, keadaan geografis Indonesia yang luas tersebut telah memaksa nenek moyang bangsa Indonesia untuk menetap di daerah yang terpisah satu sama lain. Isolasi geografis tersebut mengakibatkan penduduk yang menempati setiap pulau di Nusantara tumbuh menjadi kesatuan suku bangsa yang hidup terisolasi dari suku bangsa lainnya. Setiap suku bangsa tersebut tumbuh menjadi kelompok masyarakat yang disatukan oleh ikatan-ikatan emosional serta memandang diri mereka sebagai suatu kelompok masyarakat tersendiri. Selanjutnya, kelompok suku bangsa tersebut mengembangkan kepercayaan bahwa mereka memiliki asal-usul keturunan yang sama dengan didukung oleh suatu kepercayaan yang berbentuk mitos-mitos yang hidup di dalam masyarakat.


Kemajemukan budaya lokal di Indonesia tercermin dari keragaman budaya dan adat istiadat dalam masyarakat. Suku bangsa di Indonesia, seperti suku Jawa, Sunda, Batak, Minang, Timor, Bali, Sasak, Papua, dan Maluku memiliki adat istiadat dan bahasa yang berbeda-beda. Setiap suku bangsa tersebut tumbuh dan berkembang sesuai dengan alam lingkungannya. Keadaan geografis yang terisolir menyebabkan penduduk setiap pulau mengembangkan pola hidup dan adat istiadat yang berbeda-beda. Misalnya, perbedaan bahasa dan adat istiadat antara suku bangsa Gayo-Alas di daerah pegunungan Gayo-Alas dengan penduduk suku bangsa Aceh yang tinggal di pesisir pantai Aceh.



2.2 Definisi konsep budaya lokal menurut para ahli :
  • Irwan Abdullah mengakatan, definisi kebudayaan hampir selalu terikat pada batas-batas fisik dan geografis yang jelas. Misalnya, budaya Jawa yang merujuk pada suatu tradisi yang berkembang di Pulau Jawa. Oleh karena itu, batas geografis telah dijadikan landasan untuk merumuskan definisi suatu kebudayaan lokal. Namun, dalam proses perubahan sosial budaya telah muncul kecenderungan mencairnya batas-batas fisik suatu kebudayaan. Hal itu dipengaruhi oleh faktor percepatan migrasi dan penyebaran media komunikasi secara global sehingga tidak ada budaya local suatu kelompok masyarakat yang masih sedemikian asli.

  • Hildred Geertz mengatakan, dalam bukunya Aneka Budaya dan Komunitas di Indonesia, di Indonesia saat ini terdapat lebih 300 dari suku bangsa yang berbicara dalam 250 bahasa yang berbeda dan memiliki karakteristik budaya lokal yang berbeda pula. Wilayah Indonesia memiliki kondisi geografis dan iklim yang berbeda-beda. Misalnya, wilayah pesisir pantai Jawa yang beriklim tropis hingga wilayah pegunungan Jayawijaya di Provinsi Papua yang bersalju Perbedaan iklim dan kondisi geografi tersebut berpengaruh terhadap kemajemukan budaya lokal  di Indonesia. Pada saat nenek moyang bangsa Indonesia datang secara bergelombang dari daerah Cina Selatan sekitar 2000 tahun sebelum Masehi, keadaan geografis Indonesia yang luas tersebut telah memaksa nenek moyang bangsa Indonesia untuk menetap di daerah yang terpisah satu sama lain. Isolasi geografis tersebut mengakibatkan penduduk yang menempati setiap pulau di Nusantara tumbuh menjadi kesatuan suku bangsa yang hidup terisolasi dari suku bangsa lainnya. Setiap suku bangsa tersebut tumbuh menjadi kelompok masyarakat yang disatukan oleh ikatan-ikatan emosional serta memandang diri mereka sebagai suatu kelompok masyarakat tersendiri. Selanjutnya, kelompok suku bangsa tersebut mengembangkan kepercayaan bahwa mereka memiliki asal-usul keturunan yang sama dengan didukung oleh suatu kepercayaan yang berbentuk mitos-mitos yang hidup di dalam  masyarakat. Kemajemukan budaya lokal di Indonesia tercermin dari keragaman budaya dan adat istiadat dalam masyarakat. Suku bangsa di Indonesia, seperti suku Jawa, Sunda, Batak, Minang, Timor, Bali, Sasak, Papua, dan Maluku memiliki adat istiadat dan bahasa yang berbeda-beda. Setiap suku bangsa tersebut tumbuh dan berkembang sesuai dengan alam lingkungannya. Keadaan geografis yang terisolir menyebabkan penduduk setiap pulau mengembangkan pola hidup dan adat istiadat yang berbeda-beda.

  • Menurut Soekmono Mengatakan dalam Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia I, masyarakat awal pada zaman praaksara yang dating pertama kali di Kepulauan Indonesia adalah ras Austroloid sekitar 20.000 tahun yang lalu. Selanjutnya, disusul kedatangan ras Melanosoid Negroid sekitar 10.000 tahun lalu. Ras yang dating terakhir ke Indonesia adalah ras Melayu Mongoloid sekitar 2500 tahun SM pada zaman Neolithikum dan Logam. Ras Austroloid kemudian bermigrasi ke Australia dan sisanya hidup di di Nusa Tenggara Timur dan Papua. Ras Melanesia Mongoloid berkembang di Maluku dan Papua, sedangkan ras Melayu Mongoloid menyebar di Indonesia bagian barat. Ras-ras tersebut tersebar dan membentuk berbagai suku bangsa di Indonesia. Kondisi tersebut juga mendorong terjadinya kemajemukan budaya local berbagai suku bangsa di Indonesia.
  • James J. Fox mengatakan, di Indonesia terdapat sekitar 250 bahasa daerah, daerah hukum adat, aneka ragam kebiasaan, dan adat istiadat. Namun, semua bahasa daerah dan dialek itu sesungguhnya berasal dari sumber yang sama, yaitu bahasa dan budaya Melayu Austronesia. Di antara suku bangsa Indonesia yang banyak jumlahnya itu memiliki dasar persamaan sebagai berikut :

1.       Asas-asas yang sama dalam bentuk persekutuan masyarakat, seperti bentuk rumah dan adat perkawinan.
2.       Asas-asas persamaan dalam hukum adat.
3.       Persamaan kehidupan sosial yang berdasarkan asas kekeluargaan. 
4.   Asas-asas yang sama atas hak milik tanah.



1.3    Macam-macam budaya lokal di indonesia.
            Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang multicultural karena masyarakatnya terdiri dari berbagai suku bangsa dengan budayanya masing-masing yang berbeda-beda. Oleh karena itu di Indonesia berkembang berbagai budaya local yang berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Budaya local itu merupakan unsure pembentuk budaya nasional. Sehingga keseluruhan budaya local yang berkembang di masyarakat Indonesia merupakan budaya nasional bangsa Indonesia.


Pada dasarnya ada banyak sekali contoh yang terbagi dalam beberapa kategori seperti kesenian daerah, kesenian rupa yang berbentuk rumah adat, seni berpakaian yang berwujud pakaian adat, dan lain-lain. Beberapa contoh yang masuk dalam kategori kesenian daerah adalah berupa tari-tarian. Beberapa tarian khusus tiap-tiap daerah adalah tari saman dari Aceh, tari tortor dari Sumatera Utara, tari reog dari Jawa Timur.

Ada pula tari serimpi yang masuk kedalam daerah Jawa Tengah, tari jaipong di daerah Jakarta, tari topeng dan merak di Jawa barat dan tari kecak maupun pendet di Bali. Tidak hanya dalam hal tarian saja, khasanah kebudayaan juga masuk pada ranah laguan atau nyanyian. Nyanyian khas seperti injit-injit semut, soleram, bubuy bulan, suwe ora jamu, maupun angin mamiri merupakan bentuk kebudayaan lokal yang menarik. Budaya Lokal seperti ini merupakan khasanah nusantara yang patut untuk terus dilestarikan.

Contoh budaya lokal lainnya adalah alat musik. Satu tali dengan nyanyian atau lagu daerah, alat musik yang dibawakan juga memiliki ciri khas yang mengeluarkan jenis suara yang unik dan berbeda. Alat-alat musik daerah ini memiliki keragaman suara yang sungguh indah dan menawan yang bahkan telah dikenal hingga keseluruh penjuru dunia. Hampir seluruh orang mengenal alat musik angklung yang mengeluarkan bunyi yang suara yang sangat indah.


Sebuah angklung yang mengalun merdu dengan gabungan alunan agklung-angklung lainnya mampu memberikan paduan musik yang sangat khas yang tidak dapat ditemukan di daerah lainnya selain di Indonesia. Selain alat musik, rumah adat semacam joglo juga turut menyumbangkan keragaman khasanah lokal nusantara. Tak ketinggalan adalah pakaian adat yang mencirikan suatu daerah. Beberapa pakaian adat yang terkenal luas hingga keluar benua adalah kebaya dengan paduan brokat dan batiknya.

1.4    Ciri budaya lokal
Ciri-ciri budaya lokal dapat dikenali dalam bentuk kelembagaan sosial yang dimiliki oleh suatu suku bangsa. Kelembagaan sosial merupakan ikatan sosial bersama di antara anggota masyarakat yang mengoordinasikan tindakan sosial bersama antara anggota masyarakat. Lembaga sosial memiliki orientasi perilaku sosial ke dalam yang sangat kuat. Hal itu ditunjukkan dengan orientasi untuk memenuhi kebutuhan anggota lembaga sosial tersebut. Dalam lembaga sosial, hubungan sosial di antara anggotanya sangat bersifat pribadi dan didasari oleh loyalitas yang tinggi terhadap pemimpin dan gengsi sosial yang dimiliki.

Bentuk kelembagaan sosial tersebut dapat dijumpai dalam sistem gotong royong di Jawa dan di dalam sistem banjar atau ikatan adat di Bali. Gotong royong merupakan ikatan hubungan tolong-menolong di antara masyarakat desa. Di daerah pedesaan pola hubungan gotong royong dapat terwujud dalam banyak aspek kehidupan. Kerja bakti, bersih desa, dan panen bersama merupakan beberapa contoh dari aktivitas gotong royong yang sampai sekarang masih dapat ditemukan di daerah pedesaan. Di dalam masyarakat Jawa, kebiasaan gotong royong terbagi dalam berbagai macam bentuk. Bentuk itu di antaranya berkaitan dengan upacara siklus hidup manusia, seperti perkawinan, kematian, dan panen yang dikemas dalam bentuk selamatan.

1.5    Hubungan antar budaya lokal di indonesia
Bangsa indonesia merupakan kesatuan dari bangsa yang majemuk, artinya bangsa indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa dengan berbagai kebudayaan Menurut hasil penelitian van vollenhoven, aneka ragam suku bangsa yang bermukim diwilayah indonesia diklasifikasikan berdasarkan sistem lingkaran-lingkaran hukum adat yang meliputi 19 daerah, yaitu:
1.      Aceh
2.      Gayoh- alas dan batak, Nias dan batu
3.      Minang kabau dan mentawai
4.      Sumatera selatan dan enggano
5.      Melayu
6.      Bangka dan belitung
7.      Kalimantan
8    8.      Sangir talaut
9    9.      Gorontalo
    10.      Sulawesi selatan
    11.      Toroja
    12.      Tarnate
    13.      Ambon-maluku dan kepulauan barat daya
    14.      Irian
    15.      Timur
    16.      Bali dan lombok
    17.      Jawa tengah dan jawa timur
    18.      Surakarta dan jogjakarta
    19.      Jawa barat

·    1     .       Hubungan bahasa
Hubungan antar kebudayaan lokal, tercermin dalam bentuk persebaran bahasa daerah, sebagai bentuk persebaran unsur budaya lokal. Hal itu sebagai dampak interaksi sosial antara kelompok masyarakat yang berbeda kebudayaan.

Misalnya penduduk suku bangsa jawa yang tinggal berbatasan dengan wilayah suku bangsa sunda(jawa barat) antara lain cilacap dan brebes, memiliki ragam bahsa yang merupakan perpaduan antara bahasa jawa dan sunda. Demikian halnya penduduk suku bangsa jawa yang berbatasan dengan wilayah madura , memiliki ragam bahasa yang menunjukkan perpaduan antara bahasa jawa dan madura.

Perpaduan bahas tersebut tercermin dalam bentuk logat atau dialek. Dialek bahasa jawa penduduk brebes berbeda dengan dialek bahasa jawa penduduk semarang, berbeda dengan penduduk solo dan berbeda pula dengan penduduk surabaya, meskipun mereka sama-sama menggunakan bahasa jawa. Di era kehidupan sekarang ini, khususnya dikalangan remaja, pemakaian dialek bahasa betawi seperti gua (saya), lu(kamu), uda (sudah), bantuin dong (tolong dibantu).

2.      Hubungan sistem kesenian
Hubungan yang terjalin antar kebudayaan lokal dapat terlihat pada unsur kesenian. Jalinan interaksi sosial antar suku bangsa, bisa terjadi melalui kegiatan expansi, migrasi, maupun perdagangan. Misal perkembangan seni pertunjukan wayang, tidak hanya terbatas dilingkungan masyarakat jawa saja melainkan dapat dijumpai pada masyarakat sunda dan bali meskipun berbeda jenisnya. Demikian halnya dengan tari topeng. Perkembangan tari topeng dapat dijumpai dalam kebudayaan masyarakat betawi, sunda, jawa tengah, timur, dan bali.

3.      Hubungan sistem teknologi
Meningkatnya peradaban suatu suku bangsa sekaligus menandai proses perubahan kebudayaan lokal. Pola kehidupan masyarakat yang dinilai lebih maju berpengaruh terhadap pola kehidupan masyarakat yang tingkat peradabanya masih sederhana. Melalui proses migrasi maupun interaksi perdagangan, telah terjadi saling mempengaruhi terhadap kebudayaan lokal. Misal kehidupan suku terasing yang hidup dipedalaman akhirnya akan mampu menyesuaikan dengan pola kehidupan masyarakat luar yang modern, setelah mereka membuka diri menjalin interaksi sosial dengan masyarakat luar. Dibidang tekhnologi penyesuaian tersebut dapat berupa alat rumah tangga dan pakaian.

1.6    Pengaruh budaya lokal terhadap budaya asing di indonesia.
Pengaruh budaya asing terjadi pertama kali saat suatu bangsa berinteraksi dengan bangsa lain misalnya: melalui perdagangan dan penjajahan. Dalam proses interaksi tersebut terjadi saling mempengaruhi unsur budaya antar bangsa. Pada awalnya perhatian para sarjana antropologi untuk memahami bagaimana unsur kebudayaan asing bisa masuk ke indonesia adalah melalui penelusuran sejarah mengenai kedatangan bangsa-bangsa asing ke indonesia yang bertujuan untuk melakukan kolonelisasi. Pada masa kolonial belanda diterapkan sistem administrasi, seperti kelurahan, desa, dan dusun yang sampai sekarang masih tetap berlaku.

1.7    Peranan budaya lokal mendukung ketahanan budaya nasional
Dalam menganalisa permasalahan budaya lokal yang harus ditingkatkan demi memperkokoh budaya nasional dapat menggunakan rumus SWOT sehingga kita dapat menganalisa dari semua sudut pandang agar dapat mengetahui apa saja kelemahan yang kita miliki sehingga kita dapat mencari jalan keluarnya, mempertahankan setiap kekuatan budaya lokal yang telah kita miliki, peluang yang ada yang dapat kita manfaatkan dan tantang-tantangan yang harus kita hadapi sehingga kita dapat mempersiapkan diri akan datangnya kemungkinan tentang yang menghadang.
a.       Kekuatan
Keberagaman budaya yang ada di indonesia sudah dikenal luas di seantero bumi ini dan seakan menjadi primadona diantara seluru kebudayaan yang ada. Kelebihan ini tentunyatelah membuat indonesia menjadi objek wisata penelitian maupun tempat untuk belajar dalam pengembangan ilmu budaya.
b.      Kelemahan
Seluruh dunia tahu betapa indonesia kaya dengan kebudayaan.mulai dari bahasa, tari-tarian sampai lagu.setiap daera di indonesia memiikinya dengan kehasan masing-masing namun, dengan hasana kebudayaan begitu luas bangsa indonesia ditantang. Pada era globalisasi kini nilai-nilai serta budaya dari luar dapat dengan mudah merasuk kerana kehidupan berbangsa indonesia.

c.       Peluang
Inisiatif dalam melakukan penetrasi penciptraan bangsa ini kedepannya akan sangat berpengaruh dalam perkembangan kemajuan budaya nasional di mata dunia, dimana hal ini akan memberikan dampak positif yang akan membuat indonesia menjadi salah satu pusat cagar budaya dunia.
d.      Tantangan
Di era globalisasi seperti sekarang ini sangat sulit untuk dapat melestarikan budaya nasional, dimana hal ini menjadi sebuah permasalahan yang amat sulitt untuk dicarikan jalan keluarnya. Tentu hal ini menjadi masalah yang amat besar bagi negara ini


                               
BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan

       Indonesia merupakan negara yang mempunyai banyak sekali kebudayaan, dan kebudayaan tersebut berbentuk kebudayaan lokal. Budaya asing yang terus masuk tanpa terbengdung ke Indonesia dapat mengikis ataupun melunturkan budaya lokal yang terdapat di Indonesia, sehingga upaya-upaya harus dilakukan dalam menanggulangi permasalahan tersebut sehingga budaya Indonesia dapat tetap ada. Berbagai cara dapat dilakukan dalam melestarikan budaya, namun yang paling penting yang harus pertama dimiliki adalah menumbuhkan kesadaran serta rasa memiliki akan budaya tersebut, sehingga dengan rasa memiliki serta mencintai budaya akan membuat orang mempelajarinya sehingga budaya akan tetap ada karena pewaris kebudayaan akan terus ada.

1.2   Kritik dan saran

Dalam makalah ini penulis menyarankan kepada pembaca agar dapat memahami cara menyusun materi pembelajaran dan metode pembelajaran bahasa arab sebagai bahasa asing, disini penulis mengharapkan makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Penulis sangat mengharapkan kritik dan saran dari pembaca, dikarenakan penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan.


1 komentar:

  1. ♥ ♠ ♦ ♣ LEGENDAQQ ♥ ♠ ♦ ♣
    Kami Hadirkan Permainan Baru 100% FAIR PLAY Dari

    Legendaqq(dot)Net. :) 1 ID Untuk 8 Games :
    - Domino99
    - BandarQ
    - Poker
    - AduQ
    - Capsa Susun
    - Bandar Poker
    - Sakong Online
    - Bandar 66
    Nikmati Bonus-Bonus Menarik Yang Bisa Anda

    Dapatkan Di Situs Kami LegendaQQ(dot)Net. info

    Situs Resmi, Aman Dan Terpercaya ^^ Keunggulan

    LegendaQQ(dot)Net :
    - Tingkat Persentase Kemenangan Yang Besar
    - Kartu Anda Akan Lebih Bagus
    - Bonus TurnOver Atau Cashback Di Bagikan Setiap

    5 Hari
    - Bonus Referral Dan Extra Refferal Seumur Hidup
    - Minimal Deposit & Withdraw Hanya 20.000,-
    - Tidak Ada Batas Untuk Melakukan

    Withdraw/Penarikan Dana
    - Pelayanan Yang Ramah Dan Memuaskan
    - Dengan Server Poker-V Yang Besar Beserta Ribuan

    pemain Di Seluruh Indonesia,
    - LegendaQQ(dot)Net Pasti Selalu Ramai Selama 24

    Jam Setiap Harinya.
    - Permainan Menyenangkan Dengan Dilayani Oleh CS

    cantik, Sopan, Dan Ramah.
    Fasilitas BANK yang di sediakan :
    - BCA
    - Mandiri
    - BNI
    - BRI
    - Danamon
    Tunggu Apa Lagi Guyss..
    Let's Join With Us At LegendaQQ(dot)Net ^^
    Untuk info lebih jelas silahkan hubungi CS kami :
    - BBM : 2AE190C9
    - Facebook : Legendaqq
    - WA : +855964987960
    Link Alternatif :
    - www.legendaqq(dot)net
    - www.legendaqq(dot)org
    - www.legendapelangi(dot)com
    NB : untuk login android / iphone tidak

    menggunakan www dan spasi ya boss ^_^

    BalasHapus