Tantangan Kedepan Bangsa Indonesia
dalam menghadapi era globalisasi ekonomi, ancaman bahaya laten terorisme, komunisme
dan fundamentalisme merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi bangsa
Indonesia. Disamping itu yang patut diwaspadai adalah pengelompokan suku bangsa
di Indonesia yang kini semakin kuat. Ketika bangsa ini kembali dicoba oleh
pengaruh asing untuk dikotak kotakan tidak saja oleh konflik vertikal tetapi
juga oleh pandangan terhadapke Tuhanan Yang Maha Esa.
Di saat
negara membutuhkan soliditas dan persatuan hingga sikap gotong royong, sebagian
kecil masyarakat terutama justru yang ada di perkotaan justru lebih
mengutamakan kelompoknya, golonganya bahkannegara lain dibandingkan kepentingan
negaranya. Untuk itu sebaiknya setiap komponen masyarakat saling berinterospeksi
diri untuk dikemudian bersatu bahu membahu membawa bangsa ini dari keterpurukan
dan krisis multidimensi. Seperti yang telah kita ketahui bahwa di Indonesia
terdapat berbagai macam suku bangsa, adat istiadat hingga berbagai macam agama
dan aliran kepercayaan.
Dengan kondisi sosiokultur yang begitu heterogen dibutuhkan sebuah ideologi yang netral namun dapat mengayomi berbagai keragaman yang ada di Indonesia.Seandainya saja Bangsa Indonesia benar-benar meresapkan nilai-nilaiyang terkandung dalam Pancasila, tentunya degradasi moral dan kesalahan-kesalahan dalam masyarakat kita dapat diminimalisir. Kenyataannya sekarang yaitu setelah era reformasi, para reformator alergi dengan semua produk yang berbau orde baru termasuk P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) sehingga terkesan meninggalkannya begitu saja. Belum lagi saat ini jati diri Indonesia mulai goyah ketika sekelompok pihak mulai mementingkan dirinya sendir untuk kembali menjadikan negara ini sebagai negara berideologi agama tertentu.
Keadilan sosial berarti keadilan
yang berlaku dalam masyarakat di segala bidang kehidupan baik materil maupun
spiritual. Hal ini berarti keadilan itu tidak hanya berlaku bagi orang yang
kaya saja, tetapi berlaku pula bagi orang miskin, bukan hanya untuk para
pejabat, tetapi untuk rakyat biasa pula Seluruh Rakyat Indonesia, seluruh
rakyat Indonesia berarti bahwa setiap orang yang menjadi rakyat Indonesia baik
yang berdiam di wilayah kekuasaan Republik Indonesia maupun warga Negara
Indonesia yang berada di Negara lain.
“Keadilan sosial” pada dasarnya tidak lain daripada
keadilan.Terlihat tiga macam keadilan yaitu :
- Keadilan legalis artinya keadilan yang arahnya dari pribadi ke seluruh masyarakat. Manusia pribadi wajib memperlakukan perserikatan manusia sebagai keseluruhan sebagai anggota yang sama martabatnya. Manusia itu sana dihadapan hukum, tidak ubahnya dengan anggota masyarakat yang lain. Contoh : warga egara taat membayar pajak, mematuhi peraturan berlalu lintas di jalan raya. Jadi, setiap warga negara dituntut untuk patuh pada hukum yang berlaku.
- Keadilan distributive adala keseluruhan masyarakat wajib memperlakukan manusia pribadi sebagai manusia yang sama martabatnya. Dengan kata lain, apabila ada satu hukum yang berlaku maka hukum itu berlaku sama bagi semua warga masyarakat. Pemerintah sebagai representasi negara wajib memberikan pelayanan dan mendistribusikan seluruh kekayaan negara (asas pemerataan) dan memberi kesempatan yang sama kepada warga negara untuk dapat mengakses fasilitas yang disediakan oleh negara (tidak diskriminatif). Contoh : tersedianya fasilitas pendidikan untuk rakyat, jalan raya untuk transportasi umum termasuk untuk penyandang cacat dan lanjut usia.
- Keadilan komutatif ini khusus antara manusia pribadi yang satu dengan yang lain. Artinya tak lain warga masyarakat wajib memperlakukan warga lain sebagai pribadi yang sama martabatnya. Ukuran pemberian haknya berdasar prestasi. Orang yang punya prestasi yang sama diberi hak yang sama. Jadi sesuatu yang dapat dicapai oleh seseorang arus dipandang sebagai miliknya dan kita berikan secara proposional sebagaimana adanya. Contoh : saling hormat-menghormati antar-sesama manusia toleransi dalam pendapat dan keyakinan, salin bekerja sama.
Keadilan sosial adalah sebuah konsep yang membuat para filsuf terkagum- kagum sejak Plato membantah filsuf muda, Thrasymachus karena ia menyatakan bahwa keadilan adalah apa pun yang ditentukan oleh si terkuat. Dalam Republik, Plato meresmikan alasan bahwa sebuah negara ideal akan bersandar pada empat sifat baik yaitu kebijakan keberanian, pantangan (atau keprihatinan), dan keadilan.
Penambahan kata sosial adalah
untuk membedakan keadilan sosial dengan konsep keadilan dalam hukum Keadilan
Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Keadilan sosial juga merupakan salah satu
butir dalam Pancasila 45 butir pengamalan Pancasila seperti yang tertuang dalam
P4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) pada Tap MPR No. II/MPR/1978.
Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, yaitu :
- Mengembangkan perbuatan yang luhur, yang mencerminkan sikap dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan.
- Mengembangkan sikap adil terhadap sesama.
- Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban.
- Menghormati hak orang lain.
- Suka memberi pertolongan kepada orang lain agar dapat berdiri sendiri.
- Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.
- Tidak menggunakan hak milik untuk hal-hal yang bersifat pemborosan dan gaya hidup mewah.
- Tidak menggunakan hak milik untuk bertentangan dengan atau merugikan kepentingan umum.
- Suka bekerja keras.
- Suka menghargai hasil karya orang lain yang bermanfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
- Suka melakukan kegiatan dalam rangka mewujudkan kemajuan yang merata dan berkeadilan sosial.
Keadilan digambarkan sebagai
situasi sosial ketika norma-norma tentang hak dan kelayakan dipenuhi. Situasi
sosial berkeadilan ini bisa tercapai jika empat jenis keadilan yang ada
berlaku, yaitu keadilan distributif, keadilan prosedur, keadilan interaksional,
dan keadilan sistem. Untuk mewujudkan keadilan social itu, diperinci perbuatan
dan sikap yang perlu dipupuk,misalnya Perbuatan luhur yang mencerminkan sikap
dan suasana kekeluargaan dan kegotongroyongan. Sikap adil terhadap sesama,
menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban serta menghormati hak-hak orang
lain. Sikap suka memberi pertolongan terhadap orang yang memerlukan. Sikap suka
bekerja keras. Nilai yang dapat diambil dari masalah keadilan sosial, yaitu :
- Perlakuan yang adil di segala bidang kehidupan terutama di bidang politik, ekonomi dan sosial budaya.
- Perwujudan keadilan sosial itu meliputi seluruh rakyat Indonesia;
- Keseimbangan antara hak dan kewajiban, menghormati hak milik orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar