ILMU BUDAYA DASAR
(BUDAYA LOKAL DI INDONESIA )
MAKALAH
FAKHRI IHSAN RAMADHAN
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK INDUSTRI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2017
BAB 1
PENDAHULUAN
1. 1 Latar belakang :
Bangsa Indonesia merupakan bangsa yang
majemuk. Terdiri dari ribuan gugusan pulau yang menyatakan dirinya adalah
bangsa Indonesia. Tidak heran jika bangsa Indonesia memiliki banyak
keanekaragaman suku dan budaya yang tertuang dalam slogan Bhineka Tunggal Ika
dimana dengan berbagai macam keanekaragaman kekayaan dari adat-istiadat, suku,
agama, lagu, kesenian, alat tradisional, makanan, minuman, cara hidup sampai
budaya lokal yang berbeda-beda namun tetap mereka memiliki satu bangsa yaitu
bangsa Indonesia.
Budaya juga merupakan identitas bangsa
yang harus dihormati dan dijaga serta perlu dilestarikan agar kebudayaan kita
tidak hilang dan bisa menjadi warisan anak cucu kita kelak. Hal ini tentu
menjadi tanggung jawab para generasi muda dan juga perlu dukungan dari berbagai
pihak, karena ketahanan budaya merupakan salah satu Identitas suatu
negara. Kebanggaan bangsa indonesia akan budaya yang beraneka ragam
sekaligusmengundang tantangan bagi seluruh rakyat untuk mempertahankan budaya
lokal agar tidak hilang ataupun dicuri oleh bangsa lain. Sudah banyak kasus
bahwa budaya kita banyak yang dicuri karena ketidakpedulian paragenerasi
penerus, dan ini merupakan pelajaran berharga karena Kebudayaan Bangsa
Indonesia adalah harta yang mempunyai nilai yang cukup tinggi di mata
masyarakat dunia.Dengan melestarikan budaya lokal kita bisa menjaga budaya
bangsa dari pengaruh budaya asing, dan menjaga agar budaya kita tidak diakui
oleh Negara lain.
1.2 Rumusan masalah
1. Apa yang di maksud dengan budaya lokal?
2. Jelaskan definisi konsep budaya lokal menurut para ahli ?
3. Jelaskan maca-macam budaya lokal di indonesia?
4. Jelaskan ciri-ciri budaya lokal?
5. Jelaskan hubungan antar budaya lokal di indonesia?
6. Jelaskan Pengaruh budaya lokal terhadap budaya asing di indonesia. ?
7. Jelaskan Peranan budaya lokal mendukung ketahanan budaya nasional?
1.3. Tujuan
1. Untuk Mengetahui pengertian budaya lokal
2. Untuk mengetahui konsep budaya lokal menurut para ahli
3. Untuk mengetahui macam-macam budaya lokal di indonesia
4. Untuk mengetahui ciri-ciri budaya lokal
5. Untuk mengetahui hubungan antar budaya lokal di indonesia
6. Untuk mengetahui pengaruh budaya lokal terhadap budaya asing di indonesia
7. Untuk mengetahui peranan budaya lokal mendukung ketahanan budaya nasional.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
budaya lokal
Budaya adalah suatu cara
hidup yang berkembang, dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang, dan
diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak
unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa,
perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Budaya
Lokal adalah budaya yang yang berkembang di daerah-daerah dan
merupakan milik suku-suku bangsa di wilayah nusantara Indonesia. Budaya
lokal hidup dan berkembang di masing-masing daerah/suku bangsa yang ada di
seluruh Indonesia.
Budaya lokal Indonesia
terletak di wilayah yang menghampar dari ujung utara Pulau Weh sampai ke bagian
timur di Merauke. Selain itu, Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa
dengan keragaman budaya yang dimilikinya. Oleh karena itu bangsa Indonesia disebut
juga bangsa majemuk yang memiliki beragam budaya. Selain itu, Indonesia
memiliki letak sangat strategis dan tanah yang subur dengan kekayaan alam
melimpah ruah.
Wilayah Indonesia memiliki kondisi
geografis dan iklim yang berbeda-beda. Misalnya, wilayah pesisir pantai Jawa
yang beriklim tropis hingga wilayah pegunungan Jayawijaya di Provinsi Papua
yang bersalju. Perbedaan iklim dan kondisi geografis tersebut berpengaruh
terhadap kemajemukan budaya lokal di Indonesia.
Pada saat nenek moyang bangsa
Indonesia datang secara bergelombang dari daerah Cina Selatan sekitar 2000
tahun sebelum Masehi, keadaan geografis Indonesia yang luas tersebut telah
memaksa nenek moyang bangsa Indonesia untuk menetap di daerah yang terpisah satu
sama lain. Isolasi geografis tersebut mengakibatkan penduduk yang menempati
setiap pulau di Nusantara tumbuh menjadi kesatuan suku bangsa yang hidup
terisolasi dari suku bangsa lainnya. Setiap suku bangsa tersebut tumbuh menjadi
kelompok masyarakat yang disatukan oleh ikatan-ikatan emosional serta memandang
diri mereka sebagai suatu kelompok masyarakat tersendiri. Selanjutnya, kelompok
suku bangsa tersebut mengembangkan kepercayaan bahwa mereka memiliki asal-usul
keturunan yang sama dengan didukung oleh suatu kepercayaan yang berbentuk
mitos-mitos yang hidup di dalam masyarakat.
Kemajemukan budaya lokal di
Indonesia tercermin dari keragaman budaya dan adat istiadat dalam masyarakat.
Suku bangsa di Indonesia, seperti suku Jawa, Sunda, Batak, Minang, Timor, Bali,
Sasak, Papua, dan Maluku memiliki adat istiadat dan bahasa yang berbeda-beda.
Setiap suku bangsa tersebut tumbuh dan berkembang sesuai dengan alam
lingkungannya. Keadaan geografis yang terisolir menyebabkan penduduk setiap
pulau mengembangkan pola hidup dan adat istiadat yang berbeda-beda. Misalnya,
perbedaan bahasa dan adat istiadat antara suku bangsa Gayo-Alas di daerah
pegunungan Gayo-Alas dengan penduduk suku bangsa Aceh yang tinggal di pesisir
pantai Aceh.
2.2 Definisi konsep budaya lokal menurut para ahli :
- Irwan Abdullah mengakatan, definisi
kebudayaan hampir selalu terikat pada batas-batas fisik dan geografis yang
jelas. Misalnya, budaya Jawa yang merujuk pada suatu tradisi yang
berkembang di Pulau Jawa. Oleh karena itu, batas geografis telah dijadikan
landasan untuk merumuskan definisi suatu kebudayaan lokal. Namun, dalam proses perubahan
sosial budaya telah muncul kecenderungan mencairnya batas-batas fisik
suatu kebudayaan. Hal itu dipengaruhi oleh faktor percepatan migrasi dan
penyebaran media komunikasi secara global sehingga tidak ada budaya local
suatu kelompok masyarakat yang masih sedemikian asli.
- Hildred Geertz mengatakan, dalam bukunya
Aneka Budaya dan Komunitas di Indonesia, di Indonesia saat ini terdapat
lebih 300 dari suku bangsa yang berbicara dalam 250 bahasa yang berbeda
dan memiliki karakteristik budaya lokal yang berbeda pula. Wilayah
Indonesia memiliki kondisi geografis dan iklim yang berbeda-beda.
Misalnya, wilayah pesisir pantai Jawa yang beriklim tropis hingga wilayah
pegunungan Jayawijaya di Provinsi Papua yang bersalju Perbedaan iklim dan
kondisi geografi tersebut berpengaruh terhadap kemajemukan budaya
lokal di Indonesia. Pada saat nenek moyang bangsa Indonesia datang secara
bergelombang dari daerah Cina Selatan sekitar 2000 tahun sebelum Masehi,
keadaan geografis Indonesia yang luas tersebut telah memaksa nenek moyang
bangsa Indonesia untuk menetap di daerah yang terpisah satu sama lain. Isolasi
geografis tersebut mengakibatkan penduduk yang menempati setiap pulau di
Nusantara tumbuh menjadi kesatuan suku bangsa yang hidup terisolasi dari suku
bangsa lainnya. Setiap suku bangsa tersebut tumbuh menjadi kelompok masyarakat
yang disatukan oleh ikatan-ikatan emosional serta memandang diri mereka sebagai
suatu kelompok masyarakat tersendiri. Selanjutnya, kelompok suku bangsa
tersebut mengembangkan kepercayaan bahwa mereka memiliki asal-usul keturunan
yang sama dengan didukung oleh suatu kepercayaan yang berbentuk mitos-mitos
yang hidup di dalam masyarakat. Kemajemukan budaya lokal di Indonesia
tercermin dari keragaman budaya dan adat istiadat dalam masyarakat. Suku bangsa
di Indonesia, seperti suku Jawa, Sunda, Batak, Minang, Timor, Bali, Sasak,
Papua, dan Maluku memiliki adat istiadat dan bahasa yang berbeda-beda. Setiap
suku bangsa tersebut tumbuh dan berkembang sesuai dengan alam lingkungannya.
Keadaan geografis yang terisolir menyebabkan penduduk setiap pulau
mengembangkan pola hidup dan adat istiadat yang berbeda-beda.
- Menurut Soekmono Mengatakan dalam
Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia I, masyarakat awal pada zaman
praaksara yang dating pertama kali di Kepulauan Indonesia adalah ras
Austroloid sekitar 20.000 tahun yang lalu. Selanjutnya, disusul kedatangan
ras Melanosoid Negroid sekitar 10.000 tahun lalu. Ras yang dating terakhir
ke Indonesia adalah ras Melayu Mongoloid sekitar 2500 tahun SM pada zaman
Neolithikum dan Logam. Ras Austroloid kemudian bermigrasi ke Australia dan
sisanya hidup di di Nusa Tenggara Timur dan Papua. Ras Melanesia Mongoloid berkembang di Maluku dan Papua,
sedangkan ras Melayu Mongoloid menyebar di Indonesia bagian barat. Ras-ras
tersebut tersebar dan membentuk berbagai suku bangsa di Indonesia. Kondisi
tersebut juga mendorong terjadinya kemajemukan budaya local berbagai suku
bangsa di Indonesia.
- James J. Fox mengatakan, di Indonesia terdapat sekitar 250 bahasa daerah, daerah hukum adat, aneka ragam kebiasaan, dan adat istiadat. Namun, semua bahasa daerah dan dialek itu sesungguhnya berasal dari sumber yang sama, yaitu bahasa dan budaya Melayu Austronesia. Di antara suku bangsa Indonesia yang banyak jumlahnya itu memiliki dasar persamaan sebagai berikut :
1.
Asas-asas yang sama dalam bentuk persekutuan
masyarakat, seperti bentuk rumah dan adat perkawinan.
2.
Asas-asas persamaan dalam hukum adat.
3.
Persamaan kehidupan sosial yang berdasarkan asas
kekeluargaan.
4. Asas-asas yang sama atas hak milik tanah.
1.3 Macam-macam
budaya lokal di indonesia.
Bangsa
Indonesia merupakan bangsa yang multicultural karena masyarakatnya terdiri dari
berbagai suku bangsa dengan budayanya masing-masing yang berbeda-beda. Oleh
karena itu di Indonesia berkembang berbagai budaya local yang berbeda-beda satu
dengan yang lainnya. Budaya local itu merupakan unsure pembentuk budaya
nasional. Sehingga keseluruhan budaya local yang berkembang di masyarakat
Indonesia merupakan budaya nasional bangsa Indonesia.
Pada dasarnya ada banyak sekali
contoh yang terbagi dalam beberapa kategori seperti kesenian daerah, kesenian
rupa yang berbentuk rumah adat, seni berpakaian yang berwujud pakaian adat, dan
lain-lain. Beberapa contoh yang masuk dalam kategori kesenian daerah adalah
berupa tari-tarian. Beberapa tarian khusus tiap-tiap daerah adalah tari saman dari
Aceh, tari tortor dari Sumatera Utara, tari reog dari Jawa Timur.
Ada pula tari serimpi yang masuk
kedalam daerah Jawa Tengah, tari jaipong di daerah Jakarta, tari topeng dan
merak di Jawa barat dan tari kecak maupun pendet di Bali. Tidak hanya dalam hal
tarian saja, khasanah kebudayaan juga masuk pada ranah laguan atau nyanyian.
Nyanyian khas seperti injit-injit semut, soleram, bubuy bulan, suwe ora jamu,
maupun angin mamiri merupakan bentuk kebudayaan lokal yang menarik. Budaya
Lokal seperti ini merupakan khasanah nusantara yang patut untuk terus dilestarikan.
Contoh budaya lokal lainnya
adalah alat musik. Satu tali dengan nyanyian atau lagu daerah, alat musik yang
dibawakan juga memiliki ciri khas yang mengeluarkan jenis suara yang unik dan berbeda.
Alat-alat musik daerah ini memiliki keragaman suara yang sungguh indah dan
menawan yang bahkan telah dikenal hingga keseluruh penjuru dunia. Hampir
seluruh orang mengenal alat musik angklung yang mengeluarkan bunyi yang suara
yang sangat indah.
Sebuah angklung yang mengalun
merdu dengan gabungan alunan agklung-angklung lainnya mampu memberikan paduan
musik yang sangat khas yang tidak dapat ditemukan di daerah lainnya selain di
Indonesia. Selain alat musik, rumah adat semacam joglo juga turut menyumbangkan
keragaman khasanah lokal nusantara. Tak ketinggalan adalah pakaian adat yang
mencirikan suatu daerah. Beberapa pakaian adat yang terkenal luas hingga keluar
benua adalah kebaya dengan paduan brokat dan batiknya.
1.4 Ciri budaya
lokal
Ciri-ciri budaya lokal dapat dikenali
dalam bentuk kelembagaan sosial yang dimiliki oleh suatu suku bangsa.
Kelembagaan sosial merupakan ikatan sosial bersama di antara anggota masyarakat
yang mengoordinasikan tindakan sosial bersama antara anggota masyarakat.
Lembaga sosial memiliki orientasi perilaku sosial ke dalam yang sangat kuat.
Hal itu ditunjukkan dengan orientasi untuk memenuhi kebutuhan anggota lembaga
sosial tersebut. Dalam lembaga sosial, hubungan sosial di antara anggotanya
sangat bersifat pribadi dan didasari oleh loyalitas yang tinggi terhadap
pemimpin dan gengsi sosial yang dimiliki.
Bentuk kelembagaan sosial tersebut dapat
dijumpai dalam sistem gotong royong di Jawa dan di dalam sistem banjar atau
ikatan adat di Bali. Gotong royong merupakan ikatan hubungan tolong-menolong di
antara masyarakat desa. Di daerah pedesaan pola hubungan gotong royong dapat
terwujud dalam banyak aspek kehidupan. Kerja bakti, bersih desa, dan panen
bersama merupakan beberapa contoh dari aktivitas gotong royong yang sampai
sekarang masih dapat ditemukan di daerah pedesaan. Di dalam masyarakat Jawa,
kebiasaan gotong royong terbagi dalam berbagai macam bentuk. Bentuk itu di
antaranya berkaitan dengan upacara siklus hidup manusia, seperti perkawinan,
kematian, dan panen yang dikemas dalam bentuk selamatan.
1.5 Hubungan antar
budaya lokal di indonesia
Bangsa indonesia merupakan kesatuan dari
bangsa yang majemuk, artinya bangsa indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa
dengan berbagai kebudayaan Menurut hasil penelitian van vollenhoven, aneka
ragam suku bangsa yang bermukim diwilayah indonesia diklasifikasikan
berdasarkan sistem lingkaran-lingkaran hukum adat yang meliputi 19 daerah,
yaitu:
1. Aceh
2. Gayoh- alas dan batak, Nias dan batu
3. Minang kabau dan mentawai
4. Sumatera selatan dan enggano
5. Melayu
6. Bangka dan belitung
7. Kalimantan
8 8.
Sangir talaut
9 9.
Gorontalo
10.
Sulawesi selatan
11.
Toroja
12.
Tarnate
13.
Ambon-maluku dan kepulauan barat daya
14.
Irian
15.
Timur
16. Bali
dan lombok
17. Jawa
tengah dan jawa timur
18.
Surakarta dan jogjakarta
19. Jawa
barat
· 1 . Hubungan
bahasa
Hubungan antar kebudayaan lokal, tercermin
dalam bentuk persebaran bahasa daerah, sebagai bentuk persebaran unsur budaya
lokal. Hal itu sebagai dampak interaksi sosial antara kelompok masyarakat yang
berbeda kebudayaan.
Misalnya penduduk suku bangsa jawa yang
tinggal berbatasan dengan wilayah suku bangsa sunda(jawa barat) antara lain
cilacap dan brebes, memiliki ragam bahsa yang merupakan perpaduan antara bahasa
jawa dan sunda. Demikian halnya penduduk suku bangsa jawa yang berbatasan
dengan wilayah madura , memiliki ragam bahasa yang menunjukkan perpaduan antara
bahasa jawa dan madura.
Perpaduan bahas tersebut tercermin dalam
bentuk logat atau dialek. Dialek bahasa jawa penduduk brebes berbeda dengan
dialek bahasa jawa penduduk semarang, berbeda dengan penduduk solo dan berbeda
pula dengan penduduk surabaya, meskipun mereka sama-sama menggunakan bahasa
jawa. Di era kehidupan sekarang ini, khususnya dikalangan remaja, pemakaian
dialek bahasa betawi seperti gua (saya), lu(kamu), uda (sudah), bantuin dong (tolong
dibantu).
2. Hubungan sistem kesenian
Hubungan yang terjalin antar kebudayaan
lokal dapat terlihat pada unsur kesenian. Jalinan interaksi sosial antar suku
bangsa, bisa terjadi melalui kegiatan expansi, migrasi, maupun perdagangan.
Misal perkembangan seni pertunjukan wayang, tidak hanya terbatas dilingkungan
masyarakat jawa saja melainkan dapat dijumpai pada masyarakat sunda dan bali
meskipun berbeda jenisnya. Demikian halnya dengan tari topeng.
Perkembangan tari topeng dapat dijumpai dalam kebudayaan masyarakat betawi,
sunda, jawa tengah, timur, dan bali.
3. Hubungan sistem teknologi
Meningkatnya peradaban suatu suku bangsa
sekaligus menandai proses perubahan kebudayaan lokal. Pola kehidupan masyarakat
yang dinilai lebih maju berpengaruh terhadap pola kehidupan masyarakat yang
tingkat peradabanya masih sederhana. Melalui proses migrasi maupun interaksi
perdagangan, telah terjadi saling mempengaruhi terhadap kebudayaan lokal. Misal
kehidupan suku terasing yang hidup dipedalaman akhirnya akan mampu menyesuaikan
dengan pola kehidupan masyarakat luar yang modern, setelah mereka membuka diri
menjalin interaksi sosial dengan masyarakat luar. Dibidang tekhnologi
penyesuaian tersebut dapat berupa alat rumah tangga dan pakaian.
1.6 Pengaruh budaya
lokal terhadap budaya asing di indonesia.
Pengaruh budaya asing terjadi pertama kali
saat suatu bangsa berinteraksi dengan bangsa lain misalnya: melalui perdagangan
dan penjajahan. Dalam proses interaksi tersebut terjadi saling mempengaruhi
unsur budaya antar bangsa. Pada awalnya perhatian para sarjana antropologi
untuk memahami bagaimana unsur kebudayaan asing bisa masuk ke indonesia adalah
melalui penelusuran sejarah mengenai kedatangan bangsa-bangsa asing ke
indonesia yang bertujuan untuk melakukan kolonelisasi. Pada masa kolonial
belanda diterapkan sistem administrasi, seperti kelurahan, desa, dan dusun yang
sampai sekarang masih tetap berlaku.
1.7 Peranan budaya
lokal mendukung ketahanan budaya nasional
Dalam menganalisa permasalahan budaya
lokal yang harus ditingkatkan demi memperkokoh budaya nasional dapat
menggunakan rumus SWOT sehingga kita dapat menganalisa dari semua sudut pandang
agar dapat mengetahui apa saja kelemahan yang kita miliki sehingga kita dapat
mencari jalan keluarnya, mempertahankan setiap kekuatan budaya lokal yang telah
kita miliki, peluang yang ada yang dapat kita manfaatkan dan tantang-tantangan
yang harus kita hadapi sehingga kita dapat mempersiapkan diri akan datangnya
kemungkinan tentang yang menghadang.
a. Kekuatan
Keberagaman budaya yang ada di indonesia
sudah dikenal luas di seantero bumi ini dan seakan menjadi primadona diantara
seluru kebudayaan yang ada. Kelebihan ini tentunyatelah membuat indonesia
menjadi objek wisata penelitian maupun tempat untuk belajar dalam pengembangan
ilmu budaya.
b. Kelemahan
Seluruh dunia tahu betapa indonesia kaya
dengan kebudayaan.mulai dari bahasa, tari-tarian sampai lagu.setiap daera di
indonesia memiikinya dengan kehasan masing-masing namun, dengan hasana
kebudayaan begitu luas bangsa indonesia ditantang. Pada era globalisasi kini
nilai-nilai serta budaya dari luar dapat dengan mudah merasuk kerana kehidupan
berbangsa indonesia.
c. Peluang
Inisiatif dalam melakukan penetrasi
penciptraan bangsa ini kedepannya akan sangat berpengaruh dalam perkembangan
kemajuan budaya nasional di mata dunia, dimana hal ini akan memberikan dampak
positif yang akan membuat indonesia menjadi salah satu pusat cagar budaya
dunia.
d. Tantangan
Di era globalisasi seperti sekarang ini
sangat sulit untuk dapat melestarikan budaya nasional, dimana hal ini menjadi
sebuah permasalahan yang amat sulitt untuk dicarikan jalan keluarnya. Tentu hal
ini menjadi masalah yang amat besar bagi negara ini
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Indonesia merupakan negara yang
mempunyai banyak sekali kebudayaan, dan kebudayaan tersebut berbentuk
kebudayaan lokal. Budaya asing yang terus masuk tanpa terbengdung ke Indonesia
dapat mengikis ataupun melunturkan budaya lokal yang terdapat di Indonesia,
sehingga upaya-upaya harus dilakukan dalam menanggulangi permasalahan tersebut
sehingga budaya Indonesia dapat tetap ada. Berbagai cara dapat dilakukan dalam
melestarikan budaya, namun yang paling penting yang harus pertama dimiliki
adalah menumbuhkan kesadaran serta rasa memiliki akan budaya tersebut, sehingga
dengan rasa memiliki serta mencintai budaya akan membuat orang mempelajarinya
sehingga budaya akan tetap ada karena pewaris kebudayaan akan terus ada.
1.2 Kritik dan saran
Dalam makalah ini penulis menyarankan
kepada pembaca agar dapat memahami cara menyusun materi pembelajaran dan metode
pembelajaran bahasa arab sebagai bahasa asing, disini penulis mengharapkan
makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Penulis sangat mengharapkan
kritik dan saran dari pembaca, dikarenakan penulis menyadari bahwa makalah ini
masih banyak kekurangan.